Pengemis di Semarang Kena Razia, Bawa Uang Rp 4 Juta, 7 Handphone, hingga Perhiasan 7 Gram

Avatar photo

SEMARANG, Jateng – Seorang pengemis ditangkap Satpol PP Kota Semarang karena meresahkan warga.

Setelahnya ketahuan kalau si pengemis membawa banyak barang berharga.

Hal ini berbanding terbalik dengan penampilannya yang compang camping.

Pengemis kaya itu membawa uang jutaan rupiah, perhiasan emas seberat 7 gram, hingga 7 buah ponsel.

Berikut ulasannya.

Seorang pengemis di Semarang, Jawa Tengah, tengah mendapat sorotan.

Pengemis Semarang tersebut sukses bikin syok lantaran barang yang ia bawa.

Bagaimana tidak, pengemis di Semarang itu membawa uang jutaan rupiah.

Bukan hanya itu, ia juga memboyong emas seberat 7 gram.

Yang lebih mengejutkan, pengemis tersebut juga membawa 7 buah ponsel.

Sosok pengemis tersebut menjadi trending di media sosial.

Ia langsung viral dan banjir komentar warganet.

Dalam vedeo yang beredar, terlihat seorang pengemis yang dirazia oleh petugas.

Pengemis tersebut dirazia karena dianggap meresahkan warga di Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Terlihat pengemis perempuan beserta sepeda motor yang digunakan untuk kabur diamankan oleh petugas razia.

Kejadian tersebut diunggah oleh akun @infokejadiansemarang.new.

Usai diunggah, video itu langsung viral di jagad maya.

Banyak warganet yang memberikan komentar atas keberadaan pengemis tersebut.

Adanya razia terhadap pengemis itu dibenarkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang.

Kasi Tuna Sosial dan Perdagangan Orang (TSPO) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Bambang Sumedi mengatakan, petugas yang mengamankan pengemis itu merupakan petugas dari Satpol PP Kota Semarang.

“Setelah itu berkoordinasi dengan Dinsos Kota Semarang,” jelasnya saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (24/8/2023).

Dia menjelaskan, pengemis tersebut setiap hari tidur di warung sate dekat Halte BRT Cut Nyak Dien.

Keberadaannya mengganggu warga sekitar karena menggunakan air warga tanpa izin.

“Setelah ditelusuri ternyata pengemis itu juga bersama suaminya,” kata dia.

Saat dirazia oleh Satpol PP Kota Semarang diketahui jika pengemis tersebut membawa uang sebanyak Rp 4.340.000, perhiasan emas 7 gram, 7 unit handphone dan 3 unit power bank.

“Sejumlah perhiasan dan uang itu kita ketahui setelah dilakukan pemeriksaan,” paparnya.

Setelah diperiksa, petugas Satpol PP Kota Semarang dan Dinsos Kota Semarang mengetahui jika yang bersangkutan ternyata bukan warga Kota Semarang, melainkan warga Kabupaten Demak.

“Setelah itu kita bawa ke Among Jiwo tempat penampungan,” imbuh dia.

Selain itu, Dinsos Kota Semarang juga melakukan koordinasi dengan Dinsos Kabupaten Demak sehingga diketahui jika yang bersangkutan juga menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

“Memang pengemis itu juga sudah menjadi pengawasan Dinsos Demak,” paparnya.

Pengemis di Bogor Punya Cek Rp 1,5 M

Sebelumnya, dilansir Surya.co.id dari TribunnewsBogor.com, seorang tunawisma wanita bernama Tini di Kota Bogor kedapatan memiliki kertas cek bank BCA dengan nilai Rp 1,3 Miliar saat diperiksa Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor.

Namun cek dengan nilai angka fantastis tersebut sementara ini belum diketahui keabsahannya.

Kabid Rehabsos Dinsos Kota Bogor, Dody Wahyudin mengatakan bahwa gelandangan wanita juga sulit diajak berkomunikasi diduga karena gangguan jiwa.

“Kita tidak bisa menyimpulkan cek itu aktif atau tidak. Kita belum melakukan validasi ke bank swasta tersebut,” kata Dody Wahyudin kepada wartawan, Kamis (27/4/2023).

Dia juga mengatakan bahwa cek ini juga bukan atas nama tunawisma yang ditertibkan Dinsos tersebut.

Melainkan atas nama warga yang berasal dari luar Bogor.

“Atas namanya bukan atas nama Bu Tini. Jadi kalau tadi kita lihat itu atas nama warga dari provinsi lain di luar Jawa Barat,” kata Dody Wahyudin.

Terkait bagaimana awal mula cek ini bisa di tangan gelandangan tersebut pun sementara masih misteri.

Karena saat ditanyai petugas pun, tunawisma wanita ini tidak memberikan jawaban yang masuk akal.

“Ngomongnya gak nyambung, kadang katanya warisan Soekarno, kadang ah gak nyambung aja. Cek itu kalau saya sih cenderung kayaknya dari orang jatuh atau dompet segala macem, dia kan pemulung juga,” kata Dody Wahyudin.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita tunawisma berinisial T di Kota Bogor kedapatan memiliki tabungan uang tunai Rp 1,2 Juta hingga cek Rp 1,3 Miliar.

Semua ini ditemukan oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor yang mengamankan dan memeriksa tunawisma yang tinggal di kolong jembatan Panaragan, Kota Bogor ini.

“Iya tadi pas setelah kita cek itu di dalam tasnya ada cek, ceknya nilainya Rp 1.350.000.000,” kata Kabid Rehabsos Dinsos Kota Bogor, Dody Wahyudin saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Kamis (27/4/2023).

Selain kertas cek berisi nilai Rp 1,3 Miliar, petugas juga menemukan tabungan uang sebesar Rp 1.250.000 ditambah beberapa STNK motor.

Dia mengatakan bahwa ibu gelandangan ini diduga mengalami gangguan jiwa.

Setelah diamankan Dinsos, dia diperiksa oleh psikolog kemudian dirujuk ke rumah sakit jiwa di Rumah Sakit Marzuki Mahdi.

sumber: TribunJateng.com

 

Polda Jateng, Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfi, Kabidhumas Polda Jateng, Bidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Polres Sukoharjo, Kapolres Sukoharjo, AKBP SIGIT, Kabupaten Sukoharjo, Pemkab Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Polres Rembang, Kapolres Rembang, AKBP Suryadi, Polres Pati, Kapolresta Pati, Kab. Pati, Polresta Pati, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, Polres Banjarnegara, Polrestabes Semarang, Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, Kota Semarang, Pemkot Semarang, Sragen, Kapolres Sragen, Pemkab Sragen, Kabupaten Sragen

Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.