Kunjungi Ponpes di Pasuruan, Kapolri: Cooling System dalam Memelihara Situasi Kondusif Jelang Pemilu

Avatar photo

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan silaturahmi ke dua pondok pesantren (ponpes) di Pasuruan, Jawa Timur. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Operasi Nusantara Cooling System untuk menjaga aman dan damai jelang Pemilu 2024.

Kunjungan pertama orang nomor satu Korps Bhayangkara ke Ponpes Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Pasuruan, Jawa Timur. “Silaturahmi ini merupakan upaya cooling system guna memelihara situasi kondusif selama rangkaian tahapan Pemilu 2024,” kata Kapolri dalam unggahan di akun Instagram @listyosigitprabowo.

Pada kesempatan itu, Kapolri didampingi oleh Kabaintelkam Komjen Suntana, Kabareskrim Komjen Wahyu Widada dan Kapolda Jatim, Irjen Imam Sugianto juga melaksanakan ziarah ke makam Al Habib Hasan Baharun yang merupakan pendiri Ponpes Dalwa. Jenderal Sigit juga meninjau ponpes untuk melihat fasilitas-fasilitas pendidikan yang dilihat sangat lengkap dan memadai.

“Dimana hal sangatlah penting guna mencetak SDM Santri yang unggul, berintegritas, berdaya saing dan berakhlakul karimah demi memetik manfaat bonus demografi,” kata Kapolri.

Usai melakukan kunjungan ke Ponpes Dalwa, Kapolri bersama rombongan bertolak ke Ponpes Sidogiri, Pasuruan Kota. Ia membeberkan, bahwa pertemuan dengan pimpinan ponpes berlangsung dengan hangat. “Kami berdiskusi dengan hangat, membahas tentang upaya-upaya bersama dalam merawat persatuan dan kesatuan yang merupakan modal terpenting untuk pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

Untuk diketahui upaya cooling system terus dilakukan Polri untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar tidak terpecah-belah di Pemilu 2024. Untuk itu Jenderal bintang empat ini membentuk Operasi Nusantara Cooling System (NCS) 2023-2024 yang dilaksanakan sejak 11 September berdasarkan Surat Perintah Kapolri, Sprin/2439/OPS.1.1/2023 pada 25 Agustus 2023

Kapolri menunjuk Wakabareskrim Irjen Asep Edi Suheri sebagai Kepala Operasi (Kaops) NCS. Operasi ini mengedepankan upaya-upaya preemtif dan preventif untuk mengeliminir terjadinya konflik sosial menjelang Pemilu 2024.

Pelbagai upaya yang telah dilakukan yakni mengunjungi para tokoh agama, masyarakat dan organisasi kepemudaan seperti Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, Ustaz Das’ad Latif dan Ustaz Abdus Somad. Irjen Asep mengajak para tokoh-tokoh tersebut untuk menyerukan pesan damai kepada masyarakat agar tidak terjadi polarisasi.

Selain itu kegiatan yang dilakukan dalam Operasi Nusantara Cooling System yaitu kegiatan bakti sosial membagikan sembako, memperbaiki dan menambah fasilitas masyarakat seperti sumur bor kemudian mengajak seluruh lapisan masyarakat dalam deklarasi damai.