Demi Kesehatan, ODGJ Asal Mijen Semarang Yang Hamil 8 Kali Dibawa ke Jakarta

Avatar photo

SEMARANG – Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Siti Suaedah warga Mijen, Kota Semarang yang hamil delapan kali dibawa ke Jakarta.

Di yayasan tersebut, Siti bakal melakukan rehabilitasi selama masa kehamilan dan pasca melahirkan demi kepentingan kesehatannya.

Kepala Seksi Tuna Susila dan Perdagangan Orang (Kasi TSPO) Dinsos Kota Semarang, Bambang Sumedi mengatakan, ODGJ tersebut dibawa ke Yayasan Panti Fajar Berseri di Jakarta.

“Itu yayasan milik YouTuber Novita Pratiwi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/1/2023).

“Ini dengan harapan Siti bisa menjalani kehidupan dengan normal selanjutnya,” kata Bambang.

Dinsos Kota Semarang bersama Kelurahan Tambangan tetap akan melakukan pemantauan meski Siti mendapat perawatan di Jakarta.

“Awalnya Siti sudah dilakukan penanganan. Kalau ada orang berpakaian dinas pasti lari. Kebetulan kita kerjasama dengan YouTuber itu dan akhirnya bisa,” imbuhnya.

Sampai saat ini, sudah ada tujuh anak yang lahir dari rahim warga Kecamatan Mijen tersebut.

“Anak Siti ada yang dibawa ayahnya, ada yang diadopsi dan ada yang meninggal,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk anak pertama saat ini tinggal bersama mantan suami Siti yang pertama.

Usia anak pertama Siti sudah berusia 20 tahun.

“Dia dibawa ayahnya saat usia 3 tahun,” ujarnya.

Untuk anak nomor dua, kini diasuh oleh kakak perempuan Siti yang tinggal di Jakarta.

Saat ini usia anak tersebut 16 tahun.

“Anak kedua ini diasuh budhenya,” kata dia.

Informasi yang dia terima, anak ketiga Siti diketahui meninggal ketika usia 8 tahun.

Anak berjenis kelamin laki-laki itu meninggal karena menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh Siti.

“Anak yang keempat diadopsi orang lain. Saat ini dia diadopsi orang Kota Solo,” imbuh Bambang.

Sementara, untuk anak kelima diasuh oleh suami Siti dari nikah siri.

Anak kelima Siti sekarang tinggal di Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan.

“Umurnya 4 tahun anak kelima ini,” katanya.

Anak keenam nasibnya sama dengan anak ketiga.

Anak berjenis kelamin laki-laki itu juga meninggal karena menjadi korban kekerasan oleh Siti.

“Anak itu meninggal ketika baru berumur 3 tahun,” ungkap Bambang.

Untuk anak ketujuh, sampai saat ini masih dirawat oleh keponakan Siti di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen.

“Saat ini anak tersebut berumur 1 tahun. Untuk yang kedelapan belum lahir. Usia kandungan sudah delapan bulan,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com

#Polda Jateng, #Jateng, #Jawa Tengah, #Humas Polri, #Polrestabes Semarang, #Polres Rembang, #Polres Demak, #Polres Banjarnegara, #Polres Semarang, #Polres Pangandaran, #Polres Mempawah, #Polres Batang, #Pemkab Banjarnegara, #Kabupaten Banjarnegara, #Banjarnegara, #Polda Jateng, #Polda Kalbar, #Hendri Yulianto, #Budi Adhy Buono, #Irwan Anwar, #Dandy Ario Yustiawan, #Kapolres Sintang, #AKBP Tommy Ferdian