Batang Siap Menjadi Pusat Industri Nasional, Kapolres Ajak SPN Bersinergi

Avatar photo

BATANG, Jateng – Dalam upaya menjaga keamanan dan memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat di wilayah Batang, Kapolres Batang AKBP Saufi Salamun menegaskan komitmen pihak kepolisian. Hal ini disampaikan dalam acara Jumat Curhat Polres Batang yang diadakan sebagai bagian perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke-77, bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional (SPN).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Saufi Salamun mengungkapkan, “Fokus utama kami dari kepolisian adalah menjaga keamanan dan keselamatan seluruh aspek kehidupan di wilayah ini, tak terkecuali kaum buruh. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersinergi, terutama mengingat Batang akan segera menjadi pusat industri nasional dengan adanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), serta proyek-proyek lainnya.”

“Saya berharap teman-teman dari SPN ikut berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan keamanan, serta jika ada keluhan atau aspirasi terkait buruh atau hal lainnya, sampaikan dengan baik dan tetap menjaga keamanan. Jika tidak ada keadaan mendesak, sebaiknya tidak turun ke jalan,” tambah Kapolres Batang.

Selain itu, Kapolres Batang juga menekankan bahwa Polres memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada masyarakat, termasuk SPN, untuk memberikan informasi atau pengaduan melalui berbagai saluran komunikasi, seperti Instagram dan platform media sosial lainnya. Hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Batang.

Terkait dengan aspirasi pekerja mengenai tenaga kerja di KITB dan PLTU, Kapolres Batang AKBP Saufi Salamun menyatakan persetujuannya terhadap upaya perusahaan untuk mengakomodasi tenaga kerja lokal. “Tentu, saya setuju bahwa perusahaan-perusahaan di Batang harus memberikan kesempatan kepada warga lokal. Namun, apabila warga tersebut belum siap, tentu akan ada kendala. Oleh karena itu, SPN dan Dinas Tenaga Kerja perlu memberikan pelatihan terlebih dahulu. Mengenai penerimaan buruh, kami dari Polres tidak dapat campur tangan, namun kami siap menjaga keamanan,” tegas Kapolres.

Di sisi lain, Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Batang, Edi Susilo, menyambut baik hubungan kekeluargaan dan kerjasama yang terjalin antara SPN dengan Polri. Ia menyampaikan, “Kehadiran Polri dalam acara Jumat Curhat Polres Batang ini sangat kami apresiasi, karena hal ini turut mempererat hubungan antara SPN dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan melindungi hak-hak buruh di Batang.”

Edi Susilo juga memohon agar pihak kepolisian tanggap dan responsif ketika ada anggota SPN atau buruh di Batang yang mengalami kekerasan atau kecelakaan kerja. Ia berharap hal ini menjadi perhatian serius dan mendapatkan penanganan yang tepat dari pihak kepolisian.

Sementara itu, Miftah, Ketua Serikat Pekerja Batang Aparel Indonesia, mengungkapkan harapannya agar acara semacam Jumat Curhat Polres Batang dapat dilaksanakan secara rutin. “Kami juga meminta kepada Kapolres agar mempermudah proses perijinan jika ada acara-acara lainnya. Masih terdapat banyak perusahaan yang tidak patuh terhadap UU Ketenagakerjaan, dan kami berharap Dinas Tenaga Kerja dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat,” ungkap Miftah.

Dalam kesimpulannya, acara Jumat Curhat Polres Batang mendapatkan apresiasi yang tinggi sebagai langkah konkret dalam mempererat hubungan antara SPN dengan Polri dalam menjaga keamanan dan melindungi hak-hak buruh di wilayah Batang. Sinergi dan kerjasama antara pihak kepolisian, serikat pekerja, dan instansi terkait diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Batang.(aslama)

Sumber: gonews.co

 

Polres Batang, Kapolres Batang, Pemkab Batang, Kabupaten Batang, Polres Sukoharjo, Polres Rembang, Polda Jateng, Jateng, Polres Humbahas, AKBP Hary Ardianto, Polda Sumut, Polres Lamandau, AKBP Bronto Budiyono, Polda Kalteng, PolisiNgajiPolisiNyantri, SeduluranSaklawase