Berita  

Aksi Vandalisme Berisi Kampanye Calon Menimpa Tembok Rumah Warga Banjarnegara

Avatar photo

BANJARNEGARA- Zainal, warga kampung Gayam, RT 7 RW 5, Kelurahan Kutabanjar, Banjarnegara, Kamis (28/9/2023), yang rumahnya tepat di pinggir jalan provinsi, Jalan Sunan Gripit, harus mengecat tembok rumahnya yang persis menghadap jalan.

Cat tembok warna putih ia laburkan pada tembok sepanjang kurang lebih 10 meter dengan tinggi 2,5 meter yang digambari orang tak bertanggungjawab dengan gambar salah satu kontestan Pilpres mendatang.

Temboknya juga penuh dengan coretan aksi vandalisme remaja. Namun ia merasa vandalisme berkonten politik membuatnya sangat terusik.

“Ya kalau coretan anak-anak remaja seperti sebelah ini sih wajar. Tapi juga saya sebenarnya tidak terima. Tapi yang seperti ini, berisi pesan politik, buat saya sangat tidak baik lah. Harusnya kulonuwun, ijin. Ini kan tembok orang, ada yang punya,” ujar Zainal.

Zainal tak mempermasalahkan apakah gambar yang ada di temboknya sesuai atau tidak dengan haluan politik yang dianutnya, namun ia lebih menilai etika dalam memasang peraga kampanye di rumah milik pribadi seseorang.

“Harusnya kan bisa pakai banner yang polos, lalu silakan digambari, tidak masalah. Atau pakai gambar baliho seperti yang ada. Tapi ini kan digambar langsung di tembok orang tanpa ijin. Ke depan harapannya tidak seperti ini lagi,” harap Zainal.

Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Banjarnegara yang juga pemerhati budaya Banjarnegara Heni Purwono mengungkapkan, vandalisme bernuansa politik tidak akan menimbulkan simpati, bahkan akan cenderung menimbulkan antipati.

“Apa lagi kalau sudah mengusik aset pribadi warga, pasti akan ada penolakan dan antipati. Para pelaku mustinya menyadari apa yang dilakukannya kontraproduktif,” jelas Heni.

Terlebih, tambah Heni, kampanye semacam itu selain mengusik warga juga sudah tidak efektif lagi di era informasi yang terbuka semacam sekarang.

“Sekarang warga lebih suka melihat rekam jejak politisi di media sosial dan dunia maya. Apa lagi sebagian pemilih nanti adalah millenial, mereka sudah punya pilihan sendiri dan tidak terpengaruh dengan media semacam baliho atau poster-poster di jalanan.

Mereka lebih tertarik dengan isu yang membumi bagi mereka seperti protes suporter Persibara terhadap manajemen yang banyak kita lihat di tempat-tempat umum lewat poster sederhana,” tambah Heni.

sumber: TribunBanyumas.com

 

Polres Banjarnegara, Kapolres Banjarnegara, Pemkab Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Polda Jateng, Jateng, Polda Jateng, Jateng, Kabidhumas Polda Jateng, Bidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfi

Ikuti berita terkini di Google News, klik di sini.