PONTIANAK, Polda Kalbar – Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., memimpin pengamanan aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Pontianak di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak Tenggara, Selasa (20/10/2026).
Aksi yang diikuti sekitar 100 mahasiswa tersebut menyuarakan aspirasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), transparansi anggaran, kesejahteraan guru, serta pemerataan pembangunan dan pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan, di antaranya penetapan karhutla sebagai bencana nasional, percepatan penanganan karhutla, layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak, transparansi penggunaan anggaran, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Massa aksi diterima Wakil Ketua II DPRD Kalbar Ir. Prabasa Anantatur, M.H., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Dr. Erma Yulianti, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Minanur Rahman Wicaksono, S.STP., M.AP. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi dan memperoleh penjelasan dari instansi terkait.
Pihak DPRD Kalbar menyampaikan bahwa usulan penetapan Kalimantan Barat sebagai daerah bencana nasional telah disampaikan kepada pemerintah pusat. DPRD juga akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran penanganan karhutla.
Sementara itu, Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak karhutla diberikan secara gratis melalui puskesmas, disertai distribusi obat-obatan dan masker. Perwakilan Dinas Pendidikan juga memberikan penjelasan mengenai kewenangan pengelolaan pendidikan, kesejahteraan guru, serta program bantuan revitalisasi sekolah.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara damai.
Aksi berakhir sekitar pukul 17.25 WIB. Massa kemudian membubarkan diri dan kembali ke kampus UPGRI dengan tertib. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.
Polresta Pontianak berkomitmen mengawal setiap kegiatan masyarakat secara profesional dan humanis, serta menjaga keamanan dan ketertiban agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan aman




