Kapolda Kalbar Pimpin Tactical Wall Game Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Wilayah Hukum Polresta Pontianak
PONTIANAK, Polda Kalbar — Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar Tactical Wall Game (TWG) dalam rangka mematangkan strategi pengamanan aksi unjuk rasa oleh aliansi masyarakat di wilayah hukum Polresta Pontianak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., dan dihadiri Wakapolda Kalbar Brigjen Pol. Hindarsono, S.I.K., M.Hum., Irwasda Polda Kalbar Irwan, S.I.K., Karo Ops Polda Kalbar Marsdianto, S.H., S.I.K., M.Han., serta para pejabat utama Polda Kalbar.
Turut hadir Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si., Wakapolresta Pontianak AKBP Hendrawan, S.I.K., M.H., Kabag Ops Polresta Pontianak Kompol Joko Sutriyatno, S.H., M.H., Kasat Intelkam Polresta Pontianak Kompol Reynaldi Guzel, S.I.K., para PJU Polresta Pontianak, para Kapolsek jajaran, serta personel yang terlibat dalam pengamanan.
Dalam arahannya, Kapolda Kalbar menekankan agar pelaksanaan TWG mampu menggambarkan seluruh rangkaian pengamanan secara utuh, mulai dari situasi normal hingga kemungkinan terjadinya peningkatan eskalasi yang berpotensi berkembang menjadi situasi rusuh atau chaos.
Menurut Kapolda, seluruh personel pada dasarnya telah memahami tugas dan fungsi masing-masing. Namun, melalui TWG diharapkan terdapat gambaran yang lebih jelas mengenai pola pengamanan, mekanisme koordinasi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi perubahan situasi di lapangan.
Sebagai Kapolda Kalbar yang baru, Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar juga menyampaikan komitmennya untuk mengadopsi pola pengamanan yang selama ini telah dilaksanakan, sekaligus mempelajari karakteristik wilayah dan kondisi geografis Kalimantan Barat.
“Pelaksanaan TWG ini diharapkan dapat memberikan gambaran singkat dan komprehensif mengenai langkah-langkah strategis dalam melaksanakan pengamanan,” ujar Kapolda dalam arahannya.
Ia menegaskan, simulasi tersebut penting untuk memastikan setiap personel memahami tugas, peran, cara bertindak, serta mekanisme koordinasi apabila menghadapi situasi nyata di lapangan.
Lebih lanjut, Kapolda meminta seluruh rangkaian skenario ditampilkan secara jelas, khususnya sejak adanya pemberitahuan aksi dari massa kepada fungsi Intelijen. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyusunan perkiraan intelijen, koordinasi dengan Bagops tingkat Polres, hingga penyusunan prediksi situasi.
Prediksi situasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan personel, sarana dan prasarana, serta langkah penggunaan kekuatan Satbrimob maupun Ditpolairud apabila diperlukan sesuai perkembangan situasi.
Melalui pelaksanaan Tactical Wall Game ini, Polda Kalbar dan Polresta Pontianak diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan dalam pengamanan aksi unjuk rasa, dengan mengedepankan koordinasi, kesiapsiagaan, serta pelaksanaan tugas secara terukur sesuai ketentuan yang berlaku.