Jemaah calhaj Sukoharjo diminta tetap patuhi prokes saat sampai di Mekkah

Avatar photo

SUKOHARJO, Jateng – Jamaah calon haji asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tetap menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 saat menjalankan rangakian ibadah haji di tanah suci. Sebab, saat melaksanakan ibadah jamaah akan berada bersama banyak orang dari seluruh dunia.

Selain itu, alas kaki dan pelindung kepala wajib digunakan para calon haji karena saat ini kondisi cuaca ekstim di Mekah. Suhu udara bisa sangat panas saat siang hari dan berubah dingin sekali saat malam.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan sebanyak 919 jemaah calon haji asal Kabupaten Sukoharjo menyatakan siap diberangkatkan.

“Bagi yang memiliki kondisi khusus seperti penyakit degeneratif seperti hipertensi dan jantung diminta membawa obat-obatan secara mandiri, yakni obat yang harus diminum secara rutin,” kata Tri Tuti seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Jumat (9/6).

Menurut Tri Tuti, meski secara umum tim kesehatan mendapingi para calon haji saat melaksanakan prosesi ibadah, untuk kondisi penyakit tertentu hanya bisa diatasi oleh orang bersangkutan.

Hal ini juga berlaku bagi jamaah yang memiliki kecenderungan sensitif dengan obat-obatan tertentu diminta menyiapkan kesehatan secara mandiri. “Sebab hanya masing masing penderita yang paham dengan kondisi kesehatannya. Tim kesehatan hanya memberikan penanganan secara umum,” kata Tuti.

Disampaikan Tri Tuti Rahayu, selain obat obatan hal yang juga penting dijalankan oleh jamaah adalah menjaga asupan makanan dan minuman dengan seimbang. ketahanan tubuh penting guna menyiasati kondisi cuaca ekstrim di Tanah Suci.

Sebab, selama ini ada kecenderungan jamaah calon haji asal Indonesia berhemat saat mendapatkan jatah makan. Seringnya, sebagian makanan akan disimpan untuk persediaan. Padahal, porsi jatah makan ini telah memperhitungkan kebutuhan asupan gizi. Terlebih jatah makan ini diberikan mengikuti jadwal.

Pihaknya berpesan, jamaah menjaga pola makan dan memenuhi kebutuhan minum guna menghindari dehidrasi dengan kondisi cuaca ekstrim di Mekah.”Ibadah haji ini ibadah fisik ya, jadi kondisi kesehatan memang harus diutamakan. Jatah makan jangan di eman-eman. Minum yang banyak agar tidak dehidrasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jamaah calon haji asal Kabupaten Sukoharjo diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang atau kloter yakni kloter 66 bergabung dengan jamaah dari Kabupaten Boyolali. Kloter 67 seluruhnya jamaah dari Sukoharjo dan kloter 68 gabung dengan jamaah asal Kabupaten Cilacap.

Para jamaah telah menggelar pamitan haji dengan pemerintah daerah sekaligus penyematan jaket berwarna merah pada rombongan agar mudah dikenali.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, pemerintah daerah memberikan jaket sebagai ciri khas rombongan jamaah calon haji asal Sukoharjo. Tujuannya untuk mempermudah pengawasan oleh pendamping dan tidak terpisah dari rombongan. Para jamaah juga dibekali dengan paket lauk berupa sambal pecel, serundeng, madu dan sambal kentang.

“Pesan saya, sesampainya disana sesama jamaah dari Sukoharjo harus saling bantu,” kata Etik. (aslama)

Sumber: elshinta.com

 

Polres Sukoharjo, Kapolres Sukoharjo, AKBP SIGIT, Kabupaten Sukoharjo, Pemkab Sukoharjo, Polres Rembang, Polda Jateng, Jateng, Polres Humbahas, AKBP Hary Ardianto, Polda Sumut, PolisiNgajiPolisiNyantri, SeduluranSaklawase