Sampel Potongan Tubuh di Kali Jenes Solo-Sukoharjo Dibawa ke Puslab Forensik Polda Jateng

Avatar photo

SUKOHARJO, Jateng – Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jateng, Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti, menilai pemeriksaan jasad manusia yang diduga korban mutilasi harus dilaksanakan segera.

“Untuk kasus mutilasi memang harus segera diperiksa untuk membuktikan dulu secara ilmiah apakah beberapa bagian tubuh tersebut merupakan satu jenazah dan mencari data identifikasi primer untuk sidik jari, gigi, dan DNA,” tulisnya dalam unggahan di instagramnya @hastry_forensik pada Selasa (23/5/2023).

Seperti diketahui, penemuan potongan tubuh manusia yang di beberapa wilayah Solo dan Sukoharjo pada Minggu-Senin (21-22/5/2023) menggegerkan warga. Enam potongan tubuh manusia tersebut diduga merupakan korban mutilasi.

Potongan-potongan yang ditemukan secara terpisah itu di antaranya kepala, telapak tangan hingga lengan kanan dan kiri korban, badan, pinggang hingga bagian paha, dan betis hingga telapak kiri korban. Hingga saat ini tubuh korban yang masih dalam pencarian yakni kaki kanan dari betis hingga telapak.

Sumy Hastry yang merupakan polwan pertama di Asia yang bergelar Doktor Forensik mengatakan pemeriksaan yang bersifat segera juga dapat membantu memperoleh data identifikasi sekunder. Di antaranya berupa data medis dari ciri khas ditubuh atau apa pun yang melekat pada tubuh jenazah.

Dalam unggahan yang menampilkan dua potret gambar saat pemeriksaan korban tersebut, ia juga berharap kasus mutilasi itu segera terungkap.

Tato Naga
Sebelumnya Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi, pada Senin mengatakan Tim Forensik Polda Jateng sudah datang ke RSUD dr. Moewardi Solo. Dari pemeriksaan yang dilakukan Tim Forensik, diduga korban berjenis kelamin laki-laki dengan usia sekitar 40 tahun. Di bagian punggung sebelah kanan dan lengan kanan terdapat tato bergambar naga.

Sedangkan prediksi waktu kematian korban pada Kamis hingga Jumat (18-19/5/2023). Iwan melanjutkan, dari proses identifikasi diduga korban adalah perokok. Walau masih ada beberapa bagian yang belum ditemukan, dipastikan dari kepala dengan bagian tubuh lain yang sudah ditemukan adalah satu rangkaian.

Sementara itu Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit, di waktu terpisah mengungkap potongan-potongan tubuh itu merupakan korban mutilasi berdasarkan keterangan dokter. Sementara hasil autopsi secara detail masih dalam proses karena memerlukan waktu. Bahkan sudah ada beberapa laporan kehilangan sanak saudara yang diterima Polres Sukoharjo. Hingga Senin ada lima laporan kehilangan keluarga berjenis laki-laki, namun belum cocok dengan ciri korban.

Polres Sukoharjo bersama Polda Jateng dan Polresta Solo akan mengadakan analisis dan evaluasi hasil serta berbagi informasi terbaru setiap dua jam sekali. Personel kepolisian akan disebar ke berbagai wilayah. Polisi terus mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada yang kehilangan sanak saudara atau kerabat.

“Mudah-mudahan dari 1.000 informasi terkumpul ada satu informasi mutiara yang bisa mengungkap kasus ini agar cepat selesai,” terang Sigit.

sumber : Solopos.com