Ini Sosok Komjen Rycko Dahniel Kepala BNPT Baru Penumpas Dr Azhari

Avatar photo

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komjen Rycko Amelza Dahniel sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ia akan menggantikan posisi Komjen Boy Rafli Amar yang memasuki masa pensiun.

“Tadi Bapak Kapolri menyampaikan pesan, selain serah terima jabatan itu ada tiga pati polri yang akan melaksanakan tugas di luar struktur, yang pertama Pak Rycko. Pak Rycko akan duduk di jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,” kata As SDM Kapolri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (31/3).

Sebelumnya dalam mutasi terbaru, Kapolri memutasi Rycko dari posisi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri menjadi Pati Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Sementara, Komjen Boy Rafli Amar yang sebelumnya menjadi Kepala BNPT juga telah dimutasi menjadi Pati Densus 88 Antiteror Polri.

Rycko lahir di Bogor, 14 Agustus 1966. Ia menyelesaikan pendidikan SDN, SMPN, dan SMAN di Cibinong, Bogor dan kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.

Rycko yang merupakan lulusan terbaik Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Penugasan pertama ia jalani di Polres Metro Jakarta Pusat sebagai Kepala Unit Kejahatan dengan Kekerasan, selanjutnya ditugaskan sebagai instruktur di Akademi Kepolisian Semarang. Tahun 1993 ia mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus dengan predikat terbaik, selanjutnya kembali bertugas di Polres Metro Jakarta Pusat, lalu Kasat Reserse Polres Jakarta Selatan, dan kemudian sebagai Wakasat Ekonomi Polda Metro Jaya. Tahun 2002 ia mengikuti pendidikan Sespimpol dan lulus dengan predikat terbaik untuk penulisan Naskah Strategis.

Kariernya di Korps Bhayangkara semakin moncer saat bertugas di Bareskrim Polri. Rycko kemudian mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto usai ikut melumpuhkan gembong teroris Dr, Azhari di Batu, Malang, Jawa Timur tahun 2005.

Setelah itu, karier Rycko langsung melesat. Tercatat ia menjabat sebagai Kapolres Jakarta Utara pada 2008, dan setahun berselang ia menjadi ajudan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Kemudian, Rycko juga tercatat pernah menjabat sebagai Wakapolda Jabar (2013), Kapolda Sumut (2016), Kapolda Jateng (2019), Kabaintelkam Polri (2020), serta terakhir Kalemdiklat Polri sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Kepala BNPT.

sumber: CNN Indonesia

 

Polres Banjarnegara, Kapolres Banjarnegara, Pemkab Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Banjarnegara, Polres Rembang, Kapolres Rembang, Pemkab Rembang, Kabupaten Rembang, Rembang, Polrestabes Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kodya Semarang, Polres Batang, Kabupaten Batang, Pemkab Batang, Batang, Polres Pati, Kabupaten Pati, Pemkab Pati, Pati, Polres Demak, Kabupaten Demak, Pemkab Demak, Demak, Polda Jateng, Jateng, PoldaJawaTengah, JawaTengah, Polri, Polisi