Berita  

Ratusan Suporter di Banjarnegara Gelar Doa Bersama untuk Tragedi Kanjuruhan

Avatar photo

 Banjarnegara – Ratusan suporter sepakbola di Kabupaten Banjarnegara, Senin 3 September 2022 malam, menggelar doa bersama di Alun-alun Banjarnegara.

Mereka berasal dari 15 kelompok suporter klub sepakbola turut berduka cita dan memanjatkan doa untuk korban insiden Aremania Stadion Kanjuruhan Malang

Suporter tersebut antara lain Jakmania pendukung Persija Jakarta, Aremania pendukung Arema Malang, The Viking pendukung Persib Bandung, Slemania pendukung PSS Sleman, Brahol pendukung Persibara dan lainnya.

Mereka menggelar doa bersama dan menyalakan lilin sebagai tanda duka cita di Alun-alun Banjarnegara.

Dengan hikmat, mereka memanjatkan doa bersama di bawah rintik gerimis.

Usai doa bersama, mereka menggemakan anthem Arema ‘Salam Satu Jiwa”, disusul dengan lagu “Sampai Jumpa” yang dipopulerkan band Endang Soekamti.

Aksi simpatik suporter tersebut mendapat pengamanan dari Polres Banjarnegara.

Bahkan polisi juga ikut memanjatkan doa bersama-sama dengan para suporter.

Koordinator Jakmania Chapter Banjarnegara, M Fadilah mengatakan, insiden di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan seratus lebih Aremania membuat duka mendalam bagi persepakbolaan nasional

Sebagai bentuk solidaritas sesama soporter, sebanyak 15 kelompok suporter di Banjarnegara berinisiatif menggelar doa bersama.

“Kita tidak bisa membayangkan seorang ibu, yang melepas anaknya untuk menonton sepakbola, tapi ketika pulang yang datang mobil jenazah,” ujarnya.

Karena itu, dia meminta  seluruh pihak untuk tidak membuat spekulasi atau bahkan menyalahkan salah satu pihak atas insiden tersebut.

Pihak berwenang harus mengusut tuntas atas kejadian itu dan menjadi pelajaran agar ke depan sepakbola Indonesia bisa bersih, jujur dan tanpa kekerasan.

“Tolong, jangan upload status di medsos yang menyudutkan salah satu pihak, apakah Aremania, aparat, atau penyelenggara,” katanya.

Koordinator Aremania Banjarnegara Sam Imam Jarwo mengaku sangat terpukul atas tragedi Aremania di Kanjuruhan.

Apalagi, saat itu dia bersama Aremania dari Jateng DIY menyaksikan langsung pertandingan Arema Malang vs Persebaya Surabaya.

“Kami tidak menyangka akan kehilangan teman-teman di sana. Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini,” terangnya.

Menurutnya, walaupun mendukung klub yang berbeda, suporter memiliki tujuan yang sama demi kemajuan sepakbola Indonesia.

Karena itu, tidak semestinya tujuan yang mulia itu dinodai dengan kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Kami berterimakasih atas simpati dari seluruh kawan-kawan suporter di Banjarnegara yang bersama-sama menggelar doa bersama ini. Semoga ini menjadi momentum kita untuk bersatu,” tegasnya.

Wakapolres Banjarnegara Kompol Rizeth Aribowo Sangalang memberikan apresiasi kepada seluruh suporter di Banjarnegara yang berinisiatif menggelar doa bersama.

Pihaknya berharap kebersamaan ini dipupuk sehingga insiden tersebut tidak terulang lagi.